HUT ke-81 TNI di Mabes TNI Cilangkap, Prabowo Soroti Ancaman Siber hingga Penyelundupan
JAKARTA — Upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) digelar di Lapangan Prima Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Senin (5/10/2026).
Upacara yang berlangsung sejak pagi tersebut dihadiri sejumlah pejabat negara, pimpinan lembaga tinggi negara, jajaran kementerian/lembaga, para perwira tinggi TNI dan Polri, tokoh nasional, purnawirawan TNI, serta sejumlah tamu undangan lainnya.
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto bertindak sebagai Inspektur Upacara. Sementara Komandan Upacara dijabat Letjen TNI Lucky Avianto, Pangkogabwilhan III.
Rangkaian upacara dimulai sejak pukul 07.00 WIB ketika pasukan memasuki daerah persiapan. Setelah sejumlah rangkaian persiapan, pasukan upacara memasuki lapangan sekitar pukul 09.00 WIB.
Presiden Prabowo kemudian tiba di lokasi upacara dan menuju mimbar kehormatan sebelum rangkaian upacara resmi dimulai.
Dalam upacara tersebut, sejumlah rangkaian dilaksanakan, antara lain penghormatan kepada lambang-lambang kesatuan, laporan perwira upacara, penghormatan kebesaran, pemeriksaan pasukan, mengheningkan cipta, pengucapan Sapta Marga, hingga penganugerahan tanda jasa kehormatan.
Selain itu, upacara HUT ke-81 TNI juga dirangkaikan dengan peresmian dan pelantikan satuan baru.
Prabowo Soroti Ancaman Siber dan Disinformasi
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menyoroti perkembangan karakter ancaman terhadap keamanan nasional yang semakin kompleks.
Salah satu perhatian utama adalah munculnya ancaman melalui ruang siber, termasuk penyebaran disinformasi dan berita bohong atau hoaks yang dinilai berpotensi memecah belah masyarakat serta menciptakan kegaduhan di dalam negeri.
Menurut Presiden, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa ancaman terhadap negara tidak lagi hanya berbentuk ancaman konvensional, tetapi juga dapat muncul melalui teknologi dan ruang informasi.
Karena itu, kesiapan pertahanan nasional perlu terus disesuaikan dengan perkembangan teknologi dan perubahan karakter ancaman.
Penyelundupan Dinilai Mengancam Kedaulatan
Presiden juga menyoroti persoalan gangguan ekonomi dan aktivitas penyelundupan.
Pelanggaran hukum di bidang ekonomi dinilai dapat menjadi ancaman terhadap kelangsungan hidup bangsa. Termasuk di dalamnya penyelundupan kekayaan alam ke luar negeri serta masuknya barang-barang terlarang seperti narkotika ke wilayah Indonesia.
Situasi tersebut, menurut Presiden, membutuhkan kewaspadaan serta koordinasi yang semakin kuat antara seluruh unsur negara dalam menjaga keamanan dan kedaulatan nasional.
TNI Diminta Terus Beradaptasi
Menghadapi perubahan bentuk ancaman tersebut, TNI dituntut terus meningkatkan kemampuan dan kesiapan pertahanan.
Penguatan kemampuan teknologi, termasuk kapasitas di bidang siber, menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman yang berkembang.
Presiden juga mengingatkan bahwa jati diri TNI tidak dapat dipisahkan dari rakyat.
Kekuatan TNI, menurut pesan yang disampaikan dalam amanat tersebut, lahir dan berdiri bersama rakyat. Pengabdian prajurit diarahkan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa dan negara serta kesejahteraan masyarakat.
Semangat tersebut juga dikaitkan dengan upaya pemerintah dalam mengatasi berbagai persoalan sosial, termasuk kemiskinan dan kelaparan.
Dihadiri Ribuan Unsur TNI
Dalam upacara tersebut, pasukan terdiri atas berbagai unsur TNI, mulai dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, hingga TNI Angkatan Udara.
Formasi pasukan antara lain mencakup Kompi Wan TNI, Kompi Taruna, Kompi Polisi Militer TNI, unsur Armed, Arhanud, Yon TP, Kavaleri, Paspampres, Kostrad, Kopassus, Marinir, Koarmada, Kodaeral, Air Crew, Pasukan Gerak Cepat, PMPP, Komcad, hingga unsur KKRI/Pramuka.
Selain pasukan upacara, sejumlah kendaraan alutsista dan kendaraan pendukung juga ditampilkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Sebanyak 28 unit kendaraan tercatat menjadi bagian dari latar alutsista, terdiri dari 12 unit kendaraan Maung, delapan unit truk barikade Kementerian Pertahanan, dan delapan unit truk Beruang Kementerian Pertahanan.
Rangkaian upacara berlangsung hingga sekitar pukul 10.21 WIB dan dilanjutkan dengan sesi foto bersama. Selanjutnya pasukan meninggalkan tempat upacara sekitar pukul 10.35 WIB.
Selama seluruh rangkaian kegiatan berlangsung, situasi dilaporkan berjalan aman, tertib dan kondusif.
Yon


