Semarang, Berita 87.com || Luapan Sungai Silandak kembali menyebabkan bencana banjir yang merendam sejumlah wilayah di Kecamatan Semarang Barat pada Jumat (15/5/2026). Berdasarkan laporan pemantauan yang dilakukan Polsek Semarang Barat mulai pukul 18.10 hingga 20.15 WIB, banjir berdampak langsung pada wilayah Kelurahan Kembangarum, Kalibanteng Kulon, dan Krapyak, dengan rincian kerusakan serta dampak yang bervariasi di setiap lokasi.
Di Kelurahan Kembangarum, dampak paling parah tercatat terjadi di RT 03 dan RT 02 RW 03 serta RW 04. Tembok penahan tanggul sungai mengalami kerusakan, masing-masing sepanjang sekitar 20 meter dan 10 meter dengan ketinggian mencapai 5 meter. Salah satu dampak terberat yang dialami oleh Bapak Agus Suprapto, warga Jalan Sriwibowo Dalam 2 RT 02 RW 04, di mana bagian dapur dan dua kamar tidur di rumahnya hanya terbawa arus. Selain itu, lima rumah di kawasan cekungan tergenang udara setinggi sekitar 1 meter, sementara Balai RW 04 terendam udara setinggi 40 sentimeter. Genangan air masih terpantau ada di sebagian wilayah RW 03 dan RW 04, dan diperkirakan baru akan surut sepenuhnya jika debit air sungai menurun, begitu pula di Komplek Asrama Penerbad RW 02 yang masih menunggu pintu air Muradi dibuka.
Sementara itu, di Kelurahan Kalibanteng Kulon, sebanyak 25 rumah warga di Jalan Jembawa RT 06 RW 01 terdampak banjir, namun saat ini udara dikabarkan sudah surut. Kerusakan juga terjadi pada tanggul yang sebelumnya sedang dalam tahap pengerjaan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), dengan kerusakan mencapai panjang sekitar 50 meter dan ketinggian 7 meter. Di Kelurahan Krapyak, kumpulan udara tercatat di wilayah RT 01, RT 02 RW 03, dan RW 09, namun kondisinya juga sudah membaik dan air sudah surut.
Berdasarkan data yang dihimpun, tidak ditemukan korban jiwa akibat peristiwa ini. Kerugian material tercatat dominan di wilayah Kembangarum dan Kalibanteng Kulon, berupa kerusakan bangunan tempat tinggal serta kerusakan struktur tanggul pengaman sungai, sedangkan di wilayah Krapyak belum tercatat adanya kerusakan berarti.
Menangapi kejadian tersebut, Kapolsek Semarang Barat, AKP Darwin Tamba, STK, SIK, menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan unsur Muspika dan masyarakat setempat untuk melakukan langkah-langkah penanganan darurat.
“Hingga saat ini kami terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, khususnya di wilayah yang masih tergenang udara. Bersama pemerintah kelurahan, kecamatan, Babinsa, dan masyarakat, kami telah membantu memindahkan warga ke tempat yang lebih aman. Di Balai RW 04 Kembangarum saat ini telah menampung 76 jiwa pengungsi, yang terdiri dari warga umum, 4 lansia, dan 11 balita. Demikian juga di Balai RW 01 Kalibanteng Kulon, warga mengungsi baik di balai warga maupun di rumah kerabatnya yang lokasi lebih tinggi,” ungkap AKP Darwin Tamba.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa untuk memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi, dapur darurat telah didirikan di dua titik utama penampungan. Di Kelurahan Kembangarum, dapur darurat dikelola oleh ibu-ibu PKK setempat, sedangkan di Kalibanteng Kulon dapur darurat dibangun atas kerja sama kecamatan, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa.
“Kami memastikan keamanan dan kedamaian di lokasi pengungsian tetap terjaga. Prioritas kami saat ini adalah keselamatan warga dan memastikan kebutuhan pokok terpenuhi dengan baik. Kami juga terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan kerusakan tanggul agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir. Laporan perkembangan situasi akan terus kami sampaikan secara berkala kepada pimpinan,” tegas AKP Darwin Tamba.
( Redaksi, Nur – Adi & Tim berita 87 jateng)


