Semarang, Berita 87.com || Rabu malam, 29 April 2026, kawasan Pasar Kanjengan Johar yang biasanya mulai lengang justru berubah menjadi pusat kepanikan. Sekira pukul 22.45 WIB, kobaran api pertama kali terlihat muncul dari sudut Blok C area kios para pedagang kaki lima yang dipenuhi material mudah terbakar.
Paryanto, petugas jaga malam, menjadi saksi awal peristiwa itu. Informasi datang dari seorang pengendara yang melintas, memberi tahu adanya api di pojok area rosok. Tanpa ragu, ia bergegas menuju lokasi. Dengan peralatan seadanya, ia mencoba melawan api yang mulai membesar. Dalam kondisi genting, ia memanggil Mujiono, seorang pedagang yang berada tak jauh dari lokasi.
Keduanya berupaya memadamkan api dan bahkan sempat memutus aliran listrik di Blok C demi mencegah risiko yang lebih besar. Namun upaya itu belum cukup. Api dengan cepat menjalar, melahap satu per satu kios yang berdempetan, lalu merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Dalam waktu singkat, situasi berkembang menjadi kebakaran besar. Sebanyak 200 kios di Blok C dan 26 toko di Blok F terdampak kobaran api yang tak terkendali.
Aparat kepolisian bergerak cepat menuju lokasi untuk mengamankan area, membantu evakuasi serta berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait. Kapolrestabes Semarang Kombes Pol. Heri Wahyudi, S.I.K., M.Si., turut hadir langsung di lokasi, didampingi Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., untuk memastikan penanganan berjalan optimal.
Personel di lapangan segera melakukan pengamanan TKP guna mencegah kepanikan meluas dan menghindari potensi gangguan keamanan. Tim INAVIS juga melakukan pendataan saksi-saksi, mengidentifikasi titik awal api, serta menyiapkan langkah penyelidikan lanjutan.
Armada pemadam kebakaran dari berbagai wilayah dikerahkan. Total 11 unit mobil damkar, didukung BPBD, PDAM, PLN, PMI, hingga Ambulance Hebat, bahu-membahu menjinakkan api. Di tengah panas dan kepulan asap tebal, petugas berjibaku tanpa henti demi mencegah api meluas ke area lain.
Proses pemadaman berlangsung berjam-jam. Hingga akhirnya, sekitar pukul 02.30 WIB, kobaran api berhasil dipadamkan. Namun pekerjaan belum selesai, pendinginan terus dilakukan untuk memastikan tidak ada titik api yang kembali menyala.
Malam itu meninggalkan luka. Ratusan kios dan puluhan ruko hangus terbakar. Namun di tengah kerugian materi yang besar, tidak ada korban jiwa, sebuah hal yang patut disyukuri
Pihak Kepolisian Polsek Semarang Tengah memastikan seluruh langkah penanganan dilakukan secara cepat, tepat, dan terkoordinasi. Dan memastikan bahwa penanganan tidak berhenti pada pemadaman semata, namun dilanjutkan dengan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran serta langkah-langkah pencegahan ke depan.
( Adi – Nur & Tim berita 87 jateng)


