Lampung Selatan, Berita87 — Aktivitas peledakan (blasting) yang dilakukan PT Bima Mix di wilayah Desa Tanjung Agung dan Tanjung Ratu, Kecamatan Katibung, Lampung Selatan, dikeluhkan oleh sejumlah warga setempat.
Keluhan muncul setelah warga menemukan material batu yang diduga berasal dari aktivitas blasting masuk ke area kebun milik mereka.
Salah satu warga, Gunawan, mengaku pondok miliknya mengalami kerusakan akibat terkena batu. Ia menyebut bagian atap dan lantai pondok terdampak.
“Atap asbes sampai bolong, lantai juga terdampak. Kami khawatir kalau sampai mengenai orang,” ujarnya.
Warga lainnya juga mengungkapkan rasa was-was setiap kali aktivitas peledakan berlangsung. Mereka mengaku harus menghentikan aktivitas berkebun demi menghindari risiko.
“Kami jadi tidak tenang saat bekerja di kebun. Setiap ada blasting, kami memilih menjauh,” kata seorang warga.
Selain faktor keselamatan, warga juga menyoroti status lahan yang disebut masih milik mereka. Kondisi ini menimbulkan ketidaknyamanan karena mereka merasa terbatas dalam memanfaatkan lahan sendiri saat aktivitas peledakan dilakukan.
Sejumlah warga menduga material batu yang keluar dari area kerja menunjukkan perlunya evaluasi terhadap pengendalian teknis aktivitas blasting. Namun demikian, hal ini masih perlu klarifikasi dari pihak perusahaan dan instansi terkait.
Aktivitas blasting sendiri diketahui diatur dalam sejumlah regulasi, di antaranya Peraturan Menteri ESDM Nomor 26 Tahun 2018 serta Kepmen ESDM Nomor 1827 K/30/MEM/2018 yang mengatur standar keselamatan dalam kegiatan pertambangan.
Dalam aturan tersebut, perusahaan diwajibkan menerapkan langkah-langkah keselamatan seperti penetapan radius aman, pengendalian material hasil peledakan, serta pemberian peringatan sebelum kegiatan dilakukan.
Warga mengaku aktivitas tersebut juga berdampak pada kegiatan ekonomi mereka karena harus menghentikan pekerjaan saat blasting berlangsung.
Menanggapi hal ini, pihak media telah berupaya melakukan konfirmasi kepada PT Bima Mix. Salah satu pihak yang dihubungi melalui pesan singkat menyarankan agar konfirmasi disampaikan kepada bagian humas perusahaan, Namun hingga berita ini diturunkan pihak PT Bima Mix belum memberikan tanggapan resmi.
Warga berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah maupun instansi terkait untuk menindaklanjuti keluhan tersebut, guna memastikan keamanan dan kenyamanan masyarakat di sekitar area operasional.
M.A.N


