Lampung Selatan – Kekhawatiran warga Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan, meningkat setelah muncul bahwa sejumlah obat yang beredar di Puskesmas setempat telah melewati masa kedaluwarsa. Temuan ini memicu pertanyaan besar: berapa ribu nyawa warga Rajabasa yang kini dipertaruhkan akibat kelalaian ini?
Informasi awal muncul setelah seorang warga mengeluhkan atas diterimanya salep kadaluarsa dari puskesmas rajabasa lampung selatan . Seorang warga, yang enggan disebutkan namanya. “Saya baru sadar setelah lihat bungkus obatnya, tanggal kedaluwarsanya sudah lewat beberapa bulan,” ujarnya.
Pihak Puskesmas Rajabasa memberikan keterangan kepada awak media “yaa ini memang bener kesalahan berasal dari kami”.
Kondisi ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, mengingat Puskesmas Rajabasa melayani ribuan warga dari berbagai desa di wilayah pesisir selatan Lampung. Penggunaan obat kedaluwarsa dapat menimbulkan risiko serius, mulai dari penurunan efektivitas yang membahayakan nyawa.
Kasus seperti ini tidak bisa dianggap sepele. “Obat kedaluwarsa tidak hanya kehilangan khasiat, tapi juga bisa berubah sifat kimianya dan menjadi racun bagi tubuh. Ini bukan sekadar kelalaian administratif, tapi bisa berdampak pada keselamatan publik,” jelasnya.
Warga berharap pihak berwenang bertindak cepat dan transparan dalam menangani kasus ini. Masyarakat juga diminta untuk lebih teliti memeriksa label dan tanggal kedaluwarsa sebelum mengonsumsi obat dari fasilitas kesehatan mana pun.
Kasus ini menjadi pengingat penting tentang urgensi pengawasan ketat dalam rantai distribusi obat di fasilitas pelayanan kesehatan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang — dan agar nyawa ribuan warga tidak lagi menjadi taruhannya.
Tim Lamsel


