*Kecelakaan Maut di Perlintasan Kereta Semarang, Polisi Imbau Pengendara Jangan Abaikan Palang Pintu*
Semarang Update 87. Com || – Kecelakaan tragis terjadi di perlintasan sebidang Kereta Api Jalan Kokrosono, Kelurahan Pindrikan Lor, Kecamatan Semarang Tengah, Senin (20/7/2026) pagi. Sebuah sepeda motor yang diduga menerobos palang pintu perlintasan tertabrak kereta barang, mengakibatkan seorang anak meninggal dunia dan dua korban lainnya mengalami luka-luka.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 06.54 WIB saat Kereta Barang Nomor 258 melintas dari arah barat menuju timur. Berdasarkan keterangan saksi, palang pintu perlintasan telah ditutup sebagai tanda kereta akan melintas. Namun, pengendara sepeda motor Honda Supra 125 bernomor polisi H-4050-AF diduga tetap melaju memasuki perlintasan.
Petugas penjaga perlintasan telah berteriak memberikan peringatan, tetapi pengendara tidak menghentikan laju kendaraannya. Akibatnya, bagian belakang sepeda motor tertabrak kereta hingga terpental ke sisi jalan.
Warga bersama petugas perlintasan segera memberikan pertolongan dan mengevakuasi para korban menggunakan ambulans menuju RSUP Dr. Kariadi Semarang. Dari informasi yang diterima, salah satu korban, seorang pelajar sekolah dasar berusia 12 tahun, dinyatakan meninggal dunia akibat luka berat di kepala. Sementara dua korban lainnya masih menjalani penanganan medis.
Kapolsek Semarang Tengah Kompol Sugito, S.H., M.H., bersama personel piket fungsi langsung mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan pengamanan dan penanganan awal. Polisi juga berkoordinasi dengan Unit Gakkum Satlantas Polrestabes Semarang guna melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab kecelakaan.
Di lokasi kejadian, petugas melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), mendata identitas korban dan saksi, serta mengamankan barang bukti berupa sepeda motor yang mengalami kerusakan parah.
Kapolsek Semarang Tengah mengimbau masyarakat agar selalu mematuhi rambu dan sistem pengamanan di perlintasan kereta api. Pengendara diminta tidak memaksakan melintas ketika palang pintu sudah tertutup maupun saat sinyal peringatan telah berbunyi.
“Kami turut berduka cita atas musibah ini. Keselamatan harus menjadi prioritas utama. Masyarakat diharapkan mematuhi seluruh aturan di perlintasan kereta api demi mencegah terulangnya kejadian serupa,” ujar Kompol Sugito.
Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pengguna jalan agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api, mengingat risiko kecelakaan dapat berakibat fatal dalam hitungan detik.
( berita 87 )


