KENDAL, Berita 87.com || Dunia usaha menuntut keberanian untuk beradaptasi. Prinsip inilah yang dipegang teguh oleh Bambang Sukindro. Mantan pengelola Resto Duren Jati Darupono ini memilih langkah taktis dengan memindahkan fokus usahanya demi kenyamanan pelanggan dan keberlangsungan bisnis jangka panjang.
Akibat dampak bau limbah dari Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di lokasi lama yang kian mengganggu estetika kuliner, Bambang kini resmi “hijrah” ke Dusun Sepetek, Desa Kertosari, Kecamatan Singorojo. Di lahan yang lebih asri ini, ia tengah merintis Agrowisata Bukit Sawi , sebuah destinasi yang diproyeksikan menjadi paru-paru wisata baru di Kabupaten Kendal.
Langkah Bambang bukan sekadar pindah tempat, melainkan melakukan transformasi total. Ia menyadari bahwa membangun usaha di wilayah baru memerlukan pondasi sosial dan legal yang kuat.
“Kami memulai semuanya dari titik nol. Mulai dari pendekatan personal kepada warga sekitar, komunikasi intens dengan pemerintah desa, hingga memastikan seluruh aspek legalitas terpenuhi sebelum operasional penuh dimulai,” ujar Bambang melalui pesan singkat WhatsApp kepada Awak media, Jumat (27/3).
Saat ini, lokasi di lereng Dusun Sepetek tersebut sedang dalam tahap land clearing dan penataan kawasan. Bambang berkomitmen mempertahankan nuansa hutan alami agar pengunjung dapat merasakan sensasi liburan yang benar-benar segar dan jauh dari polusi.
Kehadiran Agrowisata Bukit Sawi diharapkan tidak hanya menjadi sumber ekonomi keluarga, tetapi juga motor penggerak UMKM bagi warga Desa Kertosari. Menariknya, di tengah kesibukan menata lahan, Bambang tetap mengedepankan kepedulian sosial.
Menjelang Idul Fitri lalu, ia diketahui telah menyalurkan bantuan dana untuk percepatan pembangunan masjid di lingkungan sekitar. Hal ini merupakan bentuk syukur sekaligus komitmennya untuk tumbuh bersama masyarakat.
“Alhamdulillah, sebelum lebaran kemarin sudah bisa menyerahkan tambahan dana untuk pembangunan masjid. Semoga sumbangsih kita—baik berupa dana, tulisan, maupun pemikiran—menjadi amal ibadah yang diridhai Allah SWT,” tuturnya dengan nada optimis.
Menutup keterangannya, tokoh pengusaha ini berharap adanya sinergi yang harmonis antara pelaku usaha dan pemangku kebijakan. Dengan dukungan dari Pemerintah Desa Kertosari hingga Pemerintah Kabupaten Kendal, ia optimis Sepetek Indah akan menjadi ikon wisata kebanggaan yang mampu meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes) maupun daerah.
“Kami ingin pengunjung merasakan hawa alami hutan yang sejuk. Dengan dukungan semua pihak, kami yakin destinasi ini akan berjalan lancar dan membawa manfaat luas bagi masyarakat Singorojo dan sekitarnya,” pungkasnya.
(Editor, Adi – Tim berita 87 jateng)


