Lampung Selatan,BERITA87.COM -Aktivitas blasting (peledakan) yang dilakukan PT Bima Mix kembali menuai sorotan. Warga yang tinggal di sekitar lokasi operasional mengaku semakin sering merasakan dampak paparan debu yang diduga berasal dari proses peledakan tersebut. Sejumlah warga bahkan mengalami gangguan pernapasan yang kian mengkhawatirkan.
Debu pekat kerap menyelimuti rumah warga setiap terjadi blasting. “Kalau pas peledakan, kami sampai tidak bisa menghirup udara bersih. Banyak yang jadi batuk terus-menerus,” ungkap seorang warga yang meminta namanya dirahasiakan.
Beberapa warga mengaku mulai mengalami gejala sesak napas, batuk berkepanjangan, serta ada yang mengidap penyakit paru-paru . Mereka menduga masalah kesehatan itu dipicu polusi udara yang dihasilkan perusahaan.
“Kami meninta agar perusahaan memikirkan kesehatan kami sebagai orang yang terdampak dari aktivitas perusahaan”.
Secara kesehatan lingkungan, debu dari bahan mineral yang terhirup secara terus-menerus berpotensi menyebabkan penyakit paru seperti Pneumokoniosis, PPOK, hingga Silikosis. Partikel debu berukuran sangat kecil dapat masuk hingga ke alveoli dan mengganggu fungsi paru dalam jangka panjang.
Selain itu, aktivitas drilling dan blasting yang tidak dikendalikan dapat meningkatkan penyebaran partikel debu hingga ke permukiman warga, terutama jika jarak lokasi industri terlalu dekat dengan area tinggal.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Bima Mix belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan warga dan permintaan masyarakat terdampak.
Warga berharap pihak perusahaan turun tangan secepatnya . Mereka menegaskan bahwa keselamatan dan hak mendapatkan udara bersih merupakan hal mendasar yang tidak boleh diabaikan.
Kabiro Lamsel


