Cilacap, Berita87.com || Polda jateng – Suasana di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, sejak Kamis malam berubah menjadi zona operasi kemanusiaan. Hujan deras dan suara gemuruh dari perbukitan menjadi awal longsor besar yang menimbun puluhan rumah warga. Di tengah malam yang gelap dan tanah yang terus bergerak, Polresta Cilacap bersama Sat Brimob Polda Jawa Tengah langsung bergerak melakukan pertolongan darurat.
Pada pukul 22.45 WIB, Kamis (13/11), Satuan Brimob Polda Jateng menggelar apel pemberangkatan BKO SAR di bawah pimpinan Danki 1 Yon D Pelopor AKP Suprapto. Sebanyak 60 personel dipimpin Wadanyon D Pelopor AKP Maryono diberangkatkan menuju lokasi dengan membawa perlengkapan SAR lengkap, termasuk tenda pleton, tali karamantel, helm SAR, rompi hijau polisi, ban SAR, hingga peralatan manual seperti cangkul dan sekop. Kendaraan taktis hingga truk personel turut digunakan untuk mempercepat mobilisasi.
Personel Brimob tersebut tiba di Cibeunying pada Jumat dinihari pukul 01.40 WIB. Di bawah hujan sisa dan kondisi tanah yang labil, rombongan langsung melakukan koordinasi dengan Basarnas, BPBD, relawan, dan perangkat desa. Suara runtuhan kecil masih terdengar dari bukit saat petugas tiba di lokasi.
Pada pukul 02.45 WIB dilaksanakan apel konsolidasi operasi SAR pertama yang dipimpin Kasiops Basarnas Cilacap Priyo Prayudha Utama. Tidak lama berselang, pukul 03.00 WIB, Kapolresta Cilacap Kombes Pol Dr. Budi Adhy Buono meninjau lokasi untuk memastikan seluruh unsur bergerak terarah.
Menjelang pagi, situasi berubah semakin padat dengan masuknya unsur pimpinan daerah. Pukul 08.00 WIB, Kapolresta Cilacap dan Bupati Cilacap Dr. Syamsul Auliya Rachman memimpin apel gabungan di pos bencana sekaligus membagi ploting pencarian. Setelah itu, tim menyebar di dua dusun terdampak: Tarukahan dan Cibuyut.
Pukul 08.45 WIB, operasi pencarian dimulai dengan mengandalkan kombinasi peralatan manual akibat medan yang tidak memungkinkan penggunaan alat berat. Upaya ini membuahkan hasil pada pukul 09.40 WIB, ketika tim mulai mengevakuasi korban dari titik-titik yang terdeteksi.
(Editor, Budi – Adi & Berita 87 jateng)


